SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 202 – APAKAH ADA DALIL JIKA TALI POCONG TIDAK DILEPAS ORANG TERSEBUT JADI POCONG?

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 202

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS

https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan
APAKAH ADA DALIL JIKA TALI POCONG TIDAK DILEPAS ORANG TERSEBUT JADI POCONG?

Pertanyaan
Nama : Andini
Angkatan : 01
Grup : 081
Domisili : Banten

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz,

Saya mau tanya, beberapa hari lalu kakaknya teman saya meninggal dunia sekitar usia 40thn karena sakit dan setelah operasi.

Dalam perjalanan ke pemakaman ambulance menabrak orang dan keluarga diminta ganti rugi, dan ketika dimakamkan dia hidup lagi sekitar 20 menit dan memberitahu keluarga bahwa si orang ini punya utang dengan dia. Setelah itu dia meninggal lagi. Karena sebagian orang yang menemani di makam banyak yg kabur, si tukang kubur dan menantunya yang menguburkan buru-buru karena takut.

Setelah dimakamkan, malamnya tukang kuburnya memberitahu pada keluarga kalau tali pocong di kepalanya lupa dibuka karena terburu-buru.

Yang saya ingin tanyakan apakah ada dalil jika tali pocong tidak dilepas orang tersebut jadi pocong?
Karena 1 hari setelah pemakaman banyak keluarga dan tetangga yang diteror melihat pocong si orang yang meninggal itu.

Dan apa solusinya untuk teman saya, karena dia sendiri tinggal di daerah yang berbeda tetapi ditampakkan oleh hantu pocong itu di dapur sampai anaknya sakit?

Mayit merupakan orang yang suka meminjamkan uang dengan bunga.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

 

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله.أما بعد؛

Di masyarakat kita
masih banyak tersebar khurafat atau kita mengenalnya mitos. Di antaranya adalah adanya pocong berkeliaran dan meneror banyak orang gara-gara tali pocong yang tidak dilepas.

Hukum Melepas Ikatan Kain Kafan Di Liang Lahad

Syaikh Abdullah bin Baz -rahimahullah- ditanya tentang hukum melepas ikatan kain kafan,

حكم حل عقد الكفن عند وضع الميت في قبره

الجواب: العقد التي يربط بها الكفن تحل كلها هذا الأفضل، السنة تحل كلها في القبر، إن وضع في قبره حلت.

“Beliau menjawab,

“Ikatan yang mengikat kafan itu dibuka semuanya (ketika di liang kubur). Ini lebih utama. Yang Sunnah, semuanya dilepaskan di dalam kubur. Ketika ia diletakkan di dalam kuburnya, maka semua ikatannya dilepaskan dari awal sampai akhir, ini Sunnah”.

Berdasar keterangan para ulama bahwah melepas ikatan kain kafan di lahad adalah Sunnah, maka hukumnya tidak wajib harus dilepas.

Sehingga khurafat bin mitos yang tersebar adalah keyakinan yang bathil dan tiada berdasar.

Di alam kubur, seseorang tidak lepas dari 2 kemungkinan, merasakan adzab kubur atau merasakan nikmat kubur. Tidak ada pilihan ketiga: gentayangan (jadi pocong) Lagi pula kalau dipikir secara logis, andaikan mayit bisa gentayangan, tentu akan melakukan hal-hal yang jauh lebih penting seperti menyuruh keluarganya untuk shalat dan melaksanakan kewajiban agar tidak sengsara di alam kubur, dari pada sekedar protes soal tali pocong.

Utsman bin Affan radhiyallahu ’anhu berkata:

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : « إن القبر أول منازل الآخرة فمن نجا منه فما بعده أيسر منه ، ومن لم ينج منه فما بعده أشد منه » قال : فقال عثمان رضي الله عنه : ما رأيت منظرا قط إلا والقبر أفظع منه

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

‘Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat’.

Utsman radhiyallahu ’anhu berkata,

‘Aku tidak pernah memandang sesuatu yang lebih mengerikan dari kuburan’”.
(HR. Tirmidzi 2308, ia berkata: “hasan gharib”, dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam Futuhat Rabbaniyyah, 4/192).

Solusi Dari Kasus Gangguan Was-Was dan Gangguan Jin Di Dalam Rumah

Jika ada ganguan jin seperti yang ditanyakan di atas, maka cara yang paling efektif dalam hal ini adalah membacakan surat Al-Baqarah, satu surat penuh.

Ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.”
(HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877).

Kemudian

Baca do’a ketika masuk rumah.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ

“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka syaitan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka syaitan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.”
(HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya).

Kemudian jangan pedulikan gangguan tersebut lebih baik memohon penjagaan Allah dengan ta’awaudz dan do’a, banyak tilawah di dalam rumah, banyak shalat sunnah di rumah, membaca do’a ketika hendak makan, membaca do’a ketika menutup pintu, membaca do’a ketika keluar rumah, jauhkan rumah Anda dari gambar-gambar dan patung makhluk yang bernyawa, hindarkan pula dari musik-musik karena musik disukai syaitan.

Di antara asmaul husna Allah, Dialah Al Hafizh Dzat yang Maha Menjaga, jika kita ingin mendapat penjagaan khusus dari Allah maka kita bisa bertawassul berdo’a meminta dengan asma’ tersebut, lalu tawakkalkan hati kita kepda-Nya.

Jika kita menjaga syari’at-syari’at-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya maka Allah Al Hafizh akan menjaga kita dari segala mara bahaya, jika kita dalam penjagaan Al Hafizh maka tidak akan ada makhluk yang bisa memberi mudharat dan gangguan.

والله تعالى أعلم

 

Dijawab oleh : Ustadz Wukir Saputro Lc.
Diperiksa oleh : Ustadz Yudi Kurnia, Lc.

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

🌏 WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
📬 Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button