SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 651 – PENJELASAN RINGKAS TENTANG HUKUM WUDHU SAAT BERHADATS

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 651

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

PENJELASAN RINGKAS TENTANG HUKUM WUDHU SAAT BERHADATS

 Pertanyaan
Nama : Fatikhatul Jannah
Angkatan : 03
Grup : 23
Domisili : Cirebon Jawa Barat

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Ustadz beserta keluarga senantiasa dalam lindungan dan limpahan rahmat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

1. Apakah wudhu ketika haid itu haram, Ustadz?

2. Apakah boleh niat wudhu untuk menjaga dari hadats kecil?

3. Di saat haid diperbolehkan membaca Surat Al Mulk, apakah hal itu bisa disamakan pada wudhu di saat haid, Ustadz?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

والصلاة والسلام على رسول الله،أمابعد.

1️⃣ Tidak ada dalil yang membolehkan wanita haidh untuk berwudhu. Akan tetapi ketika haidh dan berwudhu maka tidak dapat menghilangkan hadats dan tidak bermanfaat bagi wanita tersebut. Begitupun ketika hendak tidur wanita yang haidh tidak diperintahkan berwudhu. Hukum asal ibadah adalah haram sampai datang dalil yang memperbolehkan.

2️⃣ Boleh menjaga wudhu dari hadats. Hal ini dibenarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bertanya kepada Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu:

يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

“Wahai Bilal sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla) dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam (dalam mimpi) aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam surga”.

Maka Bilal radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allâh bagiku untuk aku kerjakan. (Muttafaqun Alaihi).

3️⃣ Tidak bisa disamakan antara membaca dengan berwudhu. Membaca Al-Qur’an diperbolehkan bagi yang haidh asal tidak memegang mushaf. Adapun wudhu tidak bermanfaat bagi wanita yang haidh. Karena haidh tidak bisa terangkat dengan amalan wudhu.

والله تعالى أعلم بالصواب

April 2022.

Dijawab oleh : Ustadz Aulia Ramdanu, Lc.

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button