SBUMSBUM Ikhwan

SBUM IKHWAN NOMOR 221 – Cara Pengelolan Minyak dan Gas Bumi

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

NO : 221

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

 Judul bahasan

Cara Pengelolan Minyak dan Gas Bumi

Pertanyaan

Nama : Sofyan Ruswandhi
Angkatan : 3
Grup : GIS N 15
Nama Admin : Abu Aqsha
Nama Musyrif :
Domisili : Bogor

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Izin bertanya Ustadz, Terkait dengan isu yang sedang hangat tentang kenaikan BBM saat ini.
Kemudian terpikir, Menurut syariat islam,
Adakah hadits (dalilnya) tentang tata kelola minyak dan gas bumi ?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله اما بعد.

Tidak ada Hadis khusus yang membahas tentang masalah pengelolan minyak dan gas bumi. Akan tetapi minyak bumi dan gas merupakan salah satu nikmat yang Allah anugrahkan kepada hambanya.

Kewajiban hamba dengan kedua nikmat tersebut adalah bersyukur kepada Allah azza wa jalla. Dan hal ini sebagaimana firman Allah,

لئن شكرتم لأزيدنكم

“Jikalau kalian bersyukur maka akan aku tambah nikmat bagi kalian”.. (ibrohim : 7)

وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (البقرة : ١٧٢)

Maka salah satu cara untuk mengelola dan menjaga nikmat dari Allah azza wa jalla adalah dengan bersyukur kepada Allah azza wajalla.

Kemudian cara selanjutnya adalah memuji Allah azza wa jallla. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk selalu memuji Allah azza wa jalla dalam setiap kondisi, baik kondisi senang maupun keadaan susah.

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كانَ رسولُ اللَّهِ ﷺ إذا رأى ما يُحبُّ قالَ الحمدُ للَّهِ الَّذي بنِعمتِهِ تتمُّ الصّالحاتُ وإذا رأى ما يكرَهُ قالَ الحمدُ للَّهِ على كلِّ حالٍ (رواه ابن ماجه)

Dari Aisyah berkata : “Dahulu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam ketika mendapatkan sesuatu yang beliau cintai maka beliau mengucapkan alhamdulillah tatimmuh sholihah, dan apabila mendapatkan sesuatu yang beliau benci maka beliau mengtakan alhamdulilllah ala kulli hal (H.R ibnu Majah).

Kemudian cara selanjutnya adalah mempergunakan nikmat tersebut kepada ketaatan dan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah azza wajalla. Karna seluruh nikmat akan dimintai pertanggung jawabannya kelak dikhairat. Allah azza wajalla berfirman :

ثم لتسألن عن النعيم

“sungguh engkau akan diminta pertanggung jawaban tentang seluruh nikmat”. (Q.R at takasur : 8).

Tatkala nabi shallahu alahi wasallam sholat malam lalu Aisyah istri beliau mendapati kondisi nabi shalallahu alahi wassalam yang begitu memprihantikan, maka aisyah berkata : wahai Rasulullah kenapa anda masih sering sholat malam sementara anda sudah diampuni dosa yang lalu dan yang akan datang? Lalu Rasululah menjawab : apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah berikan kepada ku? (H.R Bukhori)

Dan menggunakan nikmat tersebut kepada sesuatu yang bermanfaat dan tidak membiarkkanya terbuang dengan begitu saja/mubazir.
Karna sifat mubazir adalah sifat nya para setan sebagaimana hal ini dijelaskan Allah dalam firmannya,

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (الإسراء : ٢٧).

كل قرض جرى به منفعة فهو ربا.

والله تعالى أعلم بالصواب.

 DIJAWAB OLEH: Ustadz Mahatir Fathoni S.Ag

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button