SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 1013 – FIQH WANITA HAIDH

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 1013

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

FIQH WANITA HAIDH

💬 Pertanyaan
Nama : Hamba Allah
Angkatan : 04
Nama Admin : Mariza Yustika
Nama Musyrifah : Siti Rahma
Grup : 37
Domisili : Malang, Jawa Timur

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Izin bertanya Ustadz,Tentang fiqih wanita haid.

Bila kita wanita haid, lama haidnya apakah dihitung sesuai kebiasaan hari atau menunggu selama batas haid 15 hari, baru setelah itu mandi wajib ?

Contoh :
Si fulan biasanya haid selama 11 hari dan dihari ke 12 sudah suci, mandi wajib. Namun qadarullah dihari ke 12, masih keluar darah juga.

Apakah tetap mandi wajib, walau darah masih keluar atau menunggu sampai batas haid 15 hari ?
Bagaimana solusinya ?

Mohon pencerahannya Ustadz.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

Mandi wajib sesuai dengan kebiasaan haid, dan juga bisa terjadi penambahan hari masa haid. Contoh kasus seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Contoh apabila kebiasaan haid seorang perempuan 11 hari, lalu dia mandi hari ke 12, dan masih keluar darah. Jikalau yang keluar adalah darah haid dan belum genap 15 hari, maka dihukumi haid. Akan tetapi apabila yang keluar bukan darah haid, maka dihukumi suci. Akan tetapi maksimal perempuan haid adalah 15 hari. Lalu apabila keluar darah setelah 15 hari maka bisa dipastikan itu adalah bukan darah haid.

Maka perhatikan, apakah darah yang keluar adalah darah haid atau bukan. Maka perhatikan perbedaan darah haid dan selain darah haid.

Ada empat ciri untuk membedakan antara darah haid dan darah istihadhah. Hal ini dijelaskan oleh syekh ibnu usaimin rahimahullah dalam kitab asy-Syarhul Mumti’ (1/423).

Warna darah haid hitam, sedangkan darah istihadhah berwarna merah.

Darah haid lebih kental, sedangkan istihadhah lebih encer.

Bau darah haid menyengat (amis). Adapun darah istihadhah tidak begitu amis, seperti keumuman darah biasa.

Darah haid tidak membeku (atau tidak cepat kering) karena darah tersebut membeku ketika berada di rahim kemudian pecah dan meleleh, sehingga tidak segera membeku (proses sampai membeku cukup lama). Berbeda halnya darah dengan darah istihadhah, ia akan segera membeku. Sebab, darah istihadhah hanyalah darah biasa yang keluar dari pembuluh darah.

Wallahu a’lam, jika salah satu dari ciri darah haid tersebut ada, dan keluar pada waktunya (walaupun mungkin maju 1—2 hari), kuat dugaan bahwa darah tersebut adalah haid. Namun, jika ternyata darah keluar jauh sebelum waktunya jadikan ciri warna sebagai patokan begitupun dengan berhentinya darah haid. Sebab, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضَةِ فَإِنَّهُ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ

“Jika itu adalah darah haid, warnanya hitam dan bisa dikenal. Apabila seperti itu, berhentilah shalat. Akan tetapi, jika warnanya lain, hendaklah engkau berwudhu (untuk shalat) karena ia hanya darah biasa.” (HR. Abu Dawud no. 286 dan an-Nasai no. 351, dinilai hasan oleh syekh albani di kitab Irwa al-Ghalil, hadits no. 204)

والله تعالى أعلم بالصواب.

 Dijawab oleh : Ustadz Mahatir Fathoni, S. Ag

Diperiksa oleh : …

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button