SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 888 – Akhwat yang masih haid tidak perlu berwudhu sebelum tidur

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 888

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

Akhwat yang masih haid tidak perlu berwudhu sebelum tidur

💬 Pertanyaan

Nama: Rolivia salva
Angkatan: T04
Grup : 032
Nama Admin : Dwi Indria Novita
Nama Musyrifah : ummu Kahfi
Domisili : Jawa Tengah

📨 TANYA USTADZ ❓

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Mohon izin bertanya Ustadz,

Bagaimana dengan akhwat yang sedang datang bulan, apakah harus berwudhu juga?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والصلام على رسول الله اما بعد.

Jika yang Anda maksudkan wudhu sebelum tidur untuk menambah kebaikan dalam tidur sebagaimana dalam hadis,

Dari hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.”
(HR. Bukhari, no. 247; Muslim, no. 2710)

Hadis tersebut untuk selain haid dan nifas. Dianjurkan juga untuk orang yang junub untuk memperingan junubnya.

Namun untuk wanita haid, maka hal tersebut tidak berlaku, maka itu tidak manfaat apa-apa. Bahkan ketika ia mandi besar (mandi wajib) pun saat darah haidhnya mengalir, tidak dikatakan hadatsnya hilang. Sehingga dari sini tidaklah sama.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menukil perkataan Ibnu Daqiq Al-‘Ied, Imam Syafi’i menyatakan bahwa anjuran (berwudhu sebelum tidur) tidaklah berlaku pada wanita haidh. Karena meskipun ia mandi, hadatsnya tidak akan hilang (jika masih terus keluar darah). Hal ini berbeda dengan orang junub. Namun jika darah haidh berhenti, namun belum langsung mandi wajib, maka statusnya sama seperti orang junub. (Fath Al-Bari, 1: 395)Syarah Shohih Bukhori.

Imam An-Nawawi rohimahullah menyebutkan pendapat ulama madzhab Syafiiyah,

أما أصحابنا فإنهم متفقون على أنه لا يستحب الوضوء للحائض والنفساء لأن الوضوء لا يؤثر في حدثهما فإن كانت الحائض قد انقطعت حيضتها صارت كالجنب

“Para ulama mazhab kami (Syafi’iyah) sepakat bahwa tidak dianjurkan bagi wanita haid atau nifas untuk berwudhu (sebelum tidur) karena wudhunya tidak berdampak pada statusnya, karena ketika darah haidnya sudah berhenti (sedangkan dia belum mandi suci), hukumnya seperti orang junub. (Syarh Shahih Muslim, 3/218)

والله تعالى أعلم بالصواب.

   Dijawab oleh : Wukir Saputro, Lc., M. Pd.

Diperiksa oleh : …..

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button