SBUMSBUM Ikhwan

SBUM IKHWAN NOMOR 342 – Bermakmum Menyesuaikan Keadaan Imam

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO :  342

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

Bermakmum Menyesuaikan Keadaan Imam

💬 Pertanyaan

Nama : Jejet Baryatno
Angkatan: N03
Grup : GiS N14
Nama Admin : Trias Hervian
Nama Musyrif : Pratama
Domisili : Bogor

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan Ustadz izin bertanya.
Mengenai materi kajian Pertemuan 18 dan 19 yang menurut saya isinya berbeda dan bisa timbul beberapa pemahaman yang berbeda seperti tertulis dibawah materinya:
Rabu Materi 18
Di tengah-tengah shalat, Rasulullah datang. Sahabat Abu Bakar ingin mundur, tetapi diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk tetap di depan. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di belakang sahabat Abu Bakar. Sehingga Rasullullah di sini, Beliau shalat di belakang Abu Bakar, kaum muslimin shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Beliau shalatnya dalam keadaan duduk.

Kamis Materi 19
Dalil Imam Syafi’i rahimahullah adalah kejadian di akhir hayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kejadian yang tadi saya ceritakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam datang dalam keadaan kaum muslimin sudah mulai shalat wajib bersama sahabat Abu Bakar. Kemudian Rasulullah masuk menjadi imam, tapi di samping Beliau ada sahabat Abu Bakar. Dan ketika itu kaum muslimin tetap shalat dalam keadaan berdiri, padahal mereka shalat di belakangnya Rasulullah yang shalat dalam keadaan duduk. Sehingga Imam Syafi’i mengatakan ini yang paling akhir dan ini menggantikan perintah untuk shalat dalam keadaan duduk ketika imamnya duduk.
Pertanyaan ini dari kejadian yang sama atau bukan?, kalau dilihat dari ceritanya sama dan timbul salah satupertanyaan dimana cerita yg pertama Abu Bakar di depan berarti menjadi imam, tapi yg ke 2 disamping Rasulullah?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

بسم الله

عن عائشة أم المؤمنين  أمرَ رسولُ اللَّهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ أبا بَكرٍ أن يصلِّيَ بالنّاسِ في مرضِه، فَكانَ يصلِّي بِهم فوجدَ رسولُ اللَّهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ خفَّةً، فخرجَ، وإذا أبو بَكرٍ يؤمُّ النّاسَ فلمّا رآهُ أبو بَكرٍ استأخرَ، فأشارَ إليْهِ رسولُ اللَّهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ، أي كما أنتَ، فجَلسَ رسولُ اللَّهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ حذاءَ أبي بَكرٍ، إلى جنبِهِ، فَكانَ أبو بَكرٍ يصلِّي بصلاةِ رسولِ اللَّهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ، والنّاسُ يصلُّونَ بصلاةِ أبي بَكرٍ (رواه البخاري )

Adapun kisah diatas merupakan riwayat Aisyah Rodiyallohuanha ketika mengisahkan Rasulullah memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami sholat. Dan pada riyawat ini, Urwah (salah satu rowi) mengatakan bahwa ketika Abu Bakar melihat Rasulullah lalu Abu Bakar mundur, akan tetapi Rasulullah memerintahkannya untuk tetap berada di tempatnya, lalu Rasulullah berdiri disamping dan sejajar dengan Abu Bakar. Lalu Abu Bakar bermakmum dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yang sholat dalam keadaan duduk, sementara para sahabat bermakmum dengan Abu Bakar yang sholat dalam keadaan berdiri.

Dikatakan para ulama bahwa alasan Abu Bakar tetap sholat dalam keadaan berdiri, dikarenakan Abu Bakar memulai sholat dengan para sahabat dalam keadaan berdiri, sementara Rasulullah shalallahu alahi wassalam datang di tengah sholat sedang ditegakkan, dan beliau sholat dalam keadaaan duduk. Sementara Abu Bakar hanya meneruskan suara lemah/kecil Rasulullah shalallahu alaihi wassalam disebabkan sakit beliau, dan suara beliau tidak kedengaran oleh makmum dibelakang beliau dan posisi Rasulullah juga tidak terlihat oleh makmum yang dibelakang beliau.
Dan ini bentuk tafsiran dari ulama masalah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah Rodiyallahuanha, yaitu menggabungkan antara hadist ini dengan hadist perintah sholat dalam keadaan duduk apabila imam sholat dalam keadaan duduk.

Sementara imam Syafi berpendapat hadist ini dalil bahwa perintah sholat duduk apabila imam duduk sudah terhapus atau digantikan oleh hadist Aisyah ini. Yang mana Abu Bakar dan para makmum sholat dalam keadaan berdiri, sementara Rasulullah sholat dalam keadaan duduk.

Akan tetapi tafsiran yang lebih afdhol yaitu mengabungkan antara hadis Aisyah dengan hadist Aisyah yang lainnya yang berbunyi sholat dalam keadaan duduk apabila imam sholat dalam keadaan duduk.

والله تعالى أعلم

 Dijawab oleh : Ustadz Mahatir Fathoni S.Ag

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button