SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 1009 – Bagaimana Mengetahui Doa di Ijabah, Tradisi Bunga di Atas Kuburan dan Makna Bertemu dalam Mimpi

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 1009

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

Bagaimana Mengetahui Doa di Ijabah, Tradisi Bunga di Atas Kuburan dan Makna Bertemu dalam Mimpi

💬 Pertanyaan

Nama: Aisyah
Angkatan: T04
Grup : 032
Nama Admin : Suwinda Rizki
Nama Musyrifah : Siti Rahma
Domisili : Singapura

📨 TANYA USTADZ ❓

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Izin bertanya Ustadz,

1. Bagaimana cara mengetahui, apakah do’a kita sudah diijabah atau belum ?

Soalnya saya selalu mendoakan papa kandung saya, untuk mendapatkan hidayah iman Islam. Tapi sampai akhir beliau wafat, saya tidak melihat tanda-tanda beliau sudah Islam. Bagaimana cara mengetahuinya ?

2. Apa arti ada bunga/tanaman di atas makam papa saya ?

3. Kalau bermimpi bertemu papa, apakah itu benar beliau atau bukan?

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والصلام على رسول الله اما بعد.

1️⃣ Syekh Abdurrozak pernah ditanya dalam sebuah kesempatan, tanda tanda doa diijabah, maka beliau menjawab,

Ada perkataan seorang salaf, saya tidak ingat siapa namanya, bahwa dia berkata kepada beberapa saudara-saudaranya, “Aku tahu doa mana yang akan Allah kabulkan bagiku.” Mereka berkata, bagaimana kau bisa mengetahuinya? Dia berkata, “Aku tahu doa mana yang Allah kabulkan bagiku, aku mengetahuinya.” Mereka bertanya, bagaimana kau bisa mengetahuinya? Dia berkata, “Ketika hatiku khusyuk, seluruh badanku tenang, mataku meneteskan air mata, dan kesungguhanku dalam doa bertambah, aku yakin bahwa doa ini akan dikabulkan.”

Adapun doa yang keluar dari hati yang tidak khusyuk, lalai, dan tidak fokus, bagaimana mungkin akan dikabulkan? Sebagaimana sabda nabi kita ʿAlaihiṣ-ṣhalātu wassalām, “Berdoalah kepada Allah dengan meyakini bahwa doamu akan dikabulkan, karena, ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai. Sungguh Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
( HR. Tirmizi )

2️⃣ Sebagian kaum muslimin menganalogikan tradisi tabur bunga ini dengan perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menancapkan pelepah kurma basah pada dua buah kubur, sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radliallahu ‘anhuma.
(HR Bukhari: 8 dan Muslim: 111).

Mereka beranggapan bahwa pelepah kurma atau bunga yang diletakkan di atas pusara/makam akan meringankan adzab penghuninya, karena pelepah kurma atau bunga tersebut akan bertasbih kepada Allah selama dalam keadaan basah.

Akan tetapi analogi itu tidaklah benar. Anggapan mereka tersebut tertolak dengan alasan bahwa keringanan adzab kubur yang dialami kedua penghuni kubur tersebut adalah disebabkan doa dan syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka, bukan pelepah kurma tersebut. Hal ini dapat diketahui jika kita melihat riwayat Jabir bin ‘Abdillah radliallahu ‘anhu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إني مررت بقبرين يعذبان فأحببت بشفاعتي أن يرفه عنهما ما دام الغصنان رطبين

“Saya melewati dua buah kubur yang penghuninya tengah diadzab. Saya berharap adzab keduanya dapat diringankan dengan syafa’atku selama kedua belahan pelepah tersebut masih basah.”
(HR. Muslim: 3012).

Kalau alasannya bahwa bunga tersebut akan bertasbih kepada Allah Azza wa Jalla sebelum kering, akan tetapi anggapan ini keliru karean makhluk hidup senantiasa bertasbih kepada Allah, begitupula pelepah kurma. Tidak terdapat bukti yang menunjukkan bahwa pelepah kurma atau bunga akan berhenti bertasbih jika dalam keadaan kering.

3️⃣ Kalau bermimpi dengan seseorang apakah kita bertemu orang tersebut dimimpi ataukah orang lain?

Diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau menjelaskan tafsir surah Az-Zumar ayat 42

إِنَّ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ تَلْتَقِي فِي الْمَنَامِ فَتَتَعَارَفُ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْهَا، فَإِذَا أَرَادَ جَمِيعُهَا الرُّجُوعَ إِلَى الْأَجْسَادِ أَمْسَكَ اللَّهُ أَرْوَاحَ الْأَمْوَاتِ عِنْدَهُ، وَأَرْسَلَ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ إِلَى أَجْسَادِهَا

“Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi. Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya.”
(Tafsir At-Thabari 21/298, Al-Qurthubi 15/260, An-Nasafi 4/56, Zadul Masir Ibnul Jauzi 4/20, dan beberapa tafsir lainnya).

Serta kejadian ini juga dialami oleh para sahabat yang lainnya. Yaitu mereka bertemu dengan orang yang sudah meninggal didalam mimpi.

والله تعالى أعلم بالصواب.

  Dijawab oleh : Mahatir Fathoni S.Ag

Diperiksa oleh : …..

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button