SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 738 – APAKAH ANAK YANG MENINGGAL SEBELUM BALIGH, DAPAT MEMBERI SYAFA’AT?

 SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 738

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

APAKAH ANAK YANG MENINGGAL SEBELUM BALIGH, DAPAT MEMBERI SYAFA’AT?

💬 Pertanyaan

Nama : Wiwit
Angkatan : T3
Grup : 026
Nama Admin : Mulki
Nama Musyrifah : Rian Hartini
Domisili : Jabar

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركات

Semoga Ustadz dan semua pengurus GIS selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.

Anak ana meninggal 7 bulan lalu, di usia 5 bulan. Sampai saat ini ana msih terpukul. Ana menunggu keturunan hampir 8 tahun menikah. Qadarallah Allah mengambilnya sangat cepaat.

Bagaimana kondisi anak ana di sana?

Benarkah anak yang meninggal sebelum baligh, bisa memberikan syafaat untuk kami kedua orang tuanya? Ana tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Mohon doanya agar ana segera diberikan keturunan kembali oleh Allah ï·».

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم

👤 Jawaban

وعليكم السلام ورحمة اللّه وبركاته
بسم الله،والصلاة والسلام على رسول الله،أمابعد.

Diantara rukun iman adalah mengimani taqdir baik dan mengimani taqdir buruk. Setiap keputusan Allah disertai dengan kemaha bijaksanaan-Nya. Karena Dia menamakan diri-Nya Al-Hakim Dzat yang maha bijaksana. seluruh perbuatan-Nya penuh dengan hikmah.

Maka imanilah dan yakinilah meninggalnya buah hati yang anda impikan merupakan keputusan terbaik bagi anda dari Dzat yang Maha Bijaksana. Dan perbuatan Allah tidak boleh ditanya-tanya (dikarenakan kesempurnaan perbuatan Allah dan segala ketetapan Allah adalah sempurna dan penuh hikmah) sedangkan perbuatan kitalah yang akan dipertanyakan kelak di yaumil hisab.

{ لَا یُسۡـَٔلُ عَمَّا یَفۡعَلُ وَهُمۡ یُسۡـَٔلُونَ }

Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.

[Surat Al-Anbiya’: 23]

✓Pahala besar jika anda bersabar terhadap kesedihan anda.

Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Allah memberikan pahala istimewa bagi para orang tua yang anaknya meninggal sebelum baligh. Dengan syarat, orang tua tetap bersabar dan ridha kepada keputusan Allah.

Dalam hadis dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا ماتَ ولدُ العَبْدِ ، قالَ اللهُ لمَلَائِكَتِهِ : قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ: قَبَضْتُم ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ : مَاْذَا قالَ عَبْدِيْ؟ فَيَقُولُونَ : حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ . فَيَقُولُ اللّهُ : ابْنُوا لِعَبْدِيْ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بيتَ الحَمْدِ

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, ‘Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?‘ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?‘ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?‘ Malaikat menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun‘. Kemudian Allah berfirman, ‘Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah
pujian)‘.” (HR. Tirmidzi 1037, Ibu Hibban 2948 dihasankan al-Albani)

✓Berdoa meminta pahala atas musibah tersebut dan meminta ganti yang lebih baik.

Anda bisa berdoa dengan doa yang Nabi sholallahu alaihi wa salam ajarkan kepada ummu salamah rodhiyallahu anhaa.

Ummu Salamah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا. إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan ‘INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN. ALLOHUMMA’JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik)’, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.”

Kemudian berhusnuzhonlah kepada Allah bahwa Allah Dzat yang maha memberi karunia akan mengkaruniakan keturunan yang lebih baik bagi anda.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.

Semoga Allah Al-Wahhab memberikan anda keturunan yang sholih dan ganti yang lebih baik … aamiin

والله تعالى أعلم بالصواب

📣 Dijawab oleh : Ustadz Wukir Saputro, Lc.

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button