SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 908 – Wajibnya Duduk diantara 2 Sujud Sebagai Rukun Shalat dan Mustahab pada Rakaat Kedua dan Keempat

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 908

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

Wajibnya Duduk diantara 2 Sujud Sebagai Rukun Shalat dan Mustahab pada Rakaat Kedua dan Keempat

💬 Pertanyaan

Nama: Mega Widya Putri
Angkatan: T04
Grup : GIS T11
Nama Admin : Nathalia Susanty
Nama Musyrifah : Rini Yulianty
Domisili : Pringsewu Lampung

📨 TANYA USTADZ ❓

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Izin bertanya Ustadz,
Ana mau menanyakan, perihal shalat subuh.

Untuk shalat subuh itu butuh duduk diantara 2 sujud atau tidak ya ?
Syukron

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

  Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والصلام على رسول الله اما بعد.

1️⃣ Penanya menanyakan masalah duduk diantara dua sujud. Adapun duduk diantara dua sujud hukumnya adalah rukun sholat , yaitu setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

Duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah adalah termasuk rukun yang dengannya sholat dibangun diatasnya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا

“Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud. Lalu bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah ketika duduk. Kemudian sujudlah kembali dan thuma’ninalah ketika sujud.” (Sudah disebutkan takhrijnya)

Jadi disholat subuh dan sholat wajib yang lain harus ada duduk diantara dua sujud.

2️⃣ Adapun jika yang dimaksudkan penanya adalah duduk istirahat yang menyerupai duduk diantara dua sujud Maka itu hanya dilakukan pada saat akan bangkit ke rakaat berikutnya.Yaitu ke rakaat kedua dan ke empat, Yang hukumnya mustahab(dianjurkan).

Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz:

جلسة الاستراحة مستحبة للإمام والمأموم والمنفرد , وهي من جنس الجلسة بين السجدتين , وهي جلسة خفيفة لا يشرع فيها ذكر ولا دعاء ومن تركها فلا حرج. والأحاديث فيها ثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم من حديث مالك بن الحويرث ومن حديث أبي حميد الساعدي , وجماعة من الصحابة رضي الله عنهم

“Duduk istirahat adalah mustahab (dianjurkan) bagi imam, ma’mum, maupun yang shalat sendiri. Dan duduknya sejenis dengan duduk diantara dua sujud, duduknya ringan (sebentar) tidak disyari’atkan dzikir dan doa di dalamnya. Barangsiapa meninggalkannya maka tidak mengapa.

Hadist-hadistnya telah tetap dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari hadist Malik bin Al-Huwairits, dan dari Abu Humaid As-Sa’idy, dan beberapa orang sahabat radhiyallahu ‘anhum”
(Majmu’ Fatawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz 11/99).

Adapun di sholat subuh maka sebelum berdiri ke rokaat kedua dianjurkan duduk istirahat juga.

Berkata Asy-Syaukany:

الحديث فيه مشروعية جلسة الاستراحة وهي بعد الفراغ من السجدة الثانية وقبل النهوض إلى الركعة الثانية والرابعة .

“Di dalam hadist ini ada dalil disyari’atkannya duduk istirahat, yaitu duduk setelah sujud kedua sebelum bangkit ke rakaat kedua dan ke empat”
(Nailul Authar 2/48, Dar Al-Kalim Ath-Thayyib)

والله تعالى أعلم بالصواب.

 Dijawab oleh : Wukir Saputro Lc., M. Pd.

Diperiksa oleh : …..

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button