SBUMSBUM Akhwat

SBUM AKHWAT NOMOR 1216 – HUKUM NIKAH KETIKA HAMIL DAN BOLEHNYA ISTRI MENGAJUKAN KHULU’ (JIKA SYARAT TERPENUHI)

SBUM
Sobat Bertanya Ustadz Menjawab

 

NO : 1216

Dirangkum oleh Grup Islam Sunnah | GiS
https://grupislamsunnah.com

Kumpulan Soal Jawab SBUM
Silakan Klik : https://t.me/GiS_soaljawab

Judul bahasan

HUKUM NIKAH KETIKA HAMIL DAN BOLEHNYA ISTRI MENGAJUKAN KHULU’ (JIKA SYARAT TERPENUHI)

💬 Pertanyaan
Nama: Yanti
Angkatan: T05
Grup : 022
Nama Admin : fransy Sriana
Nama Musyrifah : Lia
Domisili : Cinere Depok

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

1️⃣ Apakah sah pernikahannya, jika wanita tersebut menikah dalam keadaan hamil ?

2️⃣ Apakah sudah turun talak, jika lelaki sering mengatakan lebih baik kita urus daripada banyak mudhorotnya. Karena perkataan itu menjurus ke kata-kata perpisahan ?

3️⃣ Apakah syarat-syarat jika wanita ingin berpisah dari suaminya (karena pernikahannya sudah tidak memenuhi syari’at islam)

Mohon pencerahannya Ustadz.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

 Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والصلام على رسول الله اما بعد.

Banyak kebaikan dari muamalah rumah tangga, sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam menempatkan sebaik baik laki-laki adalah yang paling baik kepada istrinya. Dan agar setiap istri melihat kedudukanya dimata suaminya, apakah suami ridha, apa tidak, karena suami adalah surga atau neraka bagi istri.

1️⃣ Menikah dalam keadaan hamil haram hukumnya.

Wanita yang sedang hamil baik dari hubungan yang halal (dicerai saat hamil) maupun bukan (hubungan zina), tidak boleh dinikahi, sampai dia suci atau sampai dia melahirkan kandungannya. Hal tersebut berlandaskan firman Allah Azza wa Jalla:

{ وَأُوْلاتُ الأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ }

“Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.“
(QS. At-Thalaq: 4)

Inilah pendapat yg kuat, wallahu a’lam

2️⃣ Itu dinamakan kalimat talak kinayah, jika suami niatkan untuk talak dengan lafazh tersebut, maka hukumnya jatuh talak. Namun jika tidak meniatkannya ,maka tidak jatuh talak. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

[ إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ]

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.”

3️⃣ Wanita bisa mengajukan khulu’ ke pengadilan agama, jika syarat2 nya terpenuhi (suami banyak melakukan kezhaliman ke istri misalkan). Nanti hakim pengadilan agama yang akan memutuskan perkara tersebut.

والله تعالى أعلم بالصواب.

   Dijawab oleh : Wukir Saputro Lc.,M.Pd

Official Account Grup Islam Sunnah (GiS)⁣⁣

WebsiteGIS: https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button